Sponsor Banner

Wisma Pasutri

Apa Itu Oral?

On 04.30


Pernahkah Anda bertanya apa itu oral? Kata oral berkaitan erat dengan organ atau rongga mulut, dan biasanya istilah ini digunakan di bidang medis. Misalnya untuk penggunaan obat secara oral, artinya tidak ditelan melainkan dihisap agar kandungan dalam obat terserap sempurna. Menariknya istilah ini juga digunakan untuk menyebutkan salah satu posisi bercinta dengan pasangan.

Mengenal Oral Seks Lebih Dalam 

Bagi siapa saja yang sudah menikah tentunya akan menikmati kegiatan berhubungan badan dengan pasangan. Tak sekedar memuaskan saja, ritual sakral satu ini juga memberi dampak positif bagi kesehatan. Meski terkesan tabu namun seiring berjalannya waktu persoalan seksual mulai dibicarakan secara terbuka, dan diperkenalkan pada anak-anak oleh orangtuanya sejak dini.

Tujuan pembahasan masalah seksual pada anak-anak adalah untuk meminimalkan resiko anak mengalami pelecehan seksual, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Dalam kegiatan bercinta biasanya pasangan suami istri akan menjajal berbagai posisi agar tidak bosan dan mendapatkan kepuasan yang maksimal.

Salah satu posisi yang perlu diakui masih menjadi kontroversi adalah oral seks, yakni menikmati foreplay dengan organ mulut. Secara detail apa itu oral dijelaskan sebagai proses merangsang birahi pasangan dengan menikmati organ vital pasangan memakai mulut. Meski efektif dalam meningkatkan rangsangan dan birahi, namun tidak sedikit pasangan jengah untuk melakukannya.

Bahaya yang Bisa Ditimbulkan

Kebanyakan alasan pasangan menolak melakukan oral seks adalah resiko tinggi dibalik kegiatan bercinta satu ini. Rupanya kegiatan oral seks memiliki resiko lebih tinggi ketimbang melakukan hubungan badan tanpa kondom. Berikut detail bahaya yang mengancam pasutri yang kerap melakukan oral seks tersebut:

1.      Memicu Kanker Tenggorokan

Pejabat di American Cancer Society memberi peringatan bagi pasangan yang melakukan seks oral terhadap resiko terkena kanker tenggorokan. Pasalnya ketika melakukan oral seks maka ada kemungkinan masuknya virus penyebab penyakit seksual ke rongga mulut. Salah satu contohnya adalah virus HPV penyebab penyakit jengger ayam yang termasuk PMS alias Penyakit Menular Seksual.

Masuknya virus HPV ke dalam rongga mulut bisa menyerang tenggorokan, nantinya bisa memicu amandel dan juga kanker orofaring. Peringatan ini diperjelas oleh hasil penelitian di tahun 2007 yang melibatkan beberapa pasangan. Hasilnya 6 atau lebih pasangan yang menikmati oral seks terancam resiko terkena kanker tenggorokan, ancaman ini bahkan mencapai 340%.

2.      Meningkatkan Resiko Terkena PMS

Jika membahas apa itu oral lebih dalam maka dijamin akan langsung dikaitkan dengan berbagai PMS. Terdapat sejumlah penyakit menular seksual yang lebih rentan ditularkan melalui kegiatan oral seks. Sebut saja seperti HPV, kutil kelamin, herpes, sifilis, gonre, dan lain sebagainya.

Meminimalkan resiko tersebut tentunya dengan menghindari kegiatan oral seks dan memilih memakai kondom. Point penting selanjutnya adalah memilih untuk setia sebab semakin sering gonta-ganti pasangan bercinta. Maka resiko menderita PMS di atas akan semakin besar, apalagi jika melakukan oral seks.

3.      Meningkatkan Resiko Stress

Seorang terapis seks dari California, yakni Louanne Cole Weston menyatakan bahwa pasangan yang melakukan oral seks cenderung mudah stres. Hal ini terjadi karena ketika seseorang melakukan oral seks, maka akan berpikir berlebihan dibanding sebelumnya. Sehingga bisa memicu stress karena tekanan dalam pikiran yang terlalu berlebihan.

Artinya lebih nyaman dan lebih sehat jika menghindari kegiatan oral seks, supaya bisa lebih mudah menghindari stress. Stress yang dialami akan memicu depresi yang bisa menurunkan kualitas kesehatan dan hidup. Jika bisa dihindari maka penting untuk dilakukan saat ini juga.

Tips Aman Melakukan Seks Oral


Meskipun setelah mengetahui apa itu oral akan memunculkan keinginan untuk menghindarinya sama sekali karena khawatir mengalami resiko yang sudah dijelaskan. Ternyata melakukan oral seks tetap bisa dilakukan dan tetap aman asalkan dilakukan dengan benar. Apalagi kegiatan ini bisa membantu meningkatkan rangsangan pada pasangan dan memberi kepuasan lebih.

Agar bisa menikmatinya dengan nyaman, dan tanpa perlu khawatir mengalami resiko-resiko yang merugikan. Sebaiknya simak tips aman melakukan oral seks di bawah ini:

1.      Mengajukan Pertanyaan Penting Terlebih Dahulu

Langkah aman dalam menikmati oral seks adalah saling mengajukan pertanyaan penting terlebih dahulu. Dimulai dari kesediaan pasangan untuk melakukan oral seks, jika tidak ada masalah maka bisa melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Pertama, tanyakan kepada pasangan adakah masalah kesehatan di area genital?

Tujuannya untuk memastikan pasangan yang dimiliki tidak memiliki penyakit seksual yang menular, apapun jenisnya. pastikan Anda sendiri juga sudah memastikan tidak menderita PMS tersebut. Sehingga ketika mendapatkan pertanyaan serupa bisa memberikan jawaban terbaik dan sesuai kenyataan. Jika dilakukan maka Anda terlindung demikian pula dengan pasangan. 

2.      Sama-Sama Melakukan Pencegahan

Melakukan pencegahan bersama-sama sangat penting untuk menurunkan resiko melakukan oral seks. Bisa dimulai dengan melakukan pemeriksaan medis, melakukan pengobatan jika positif ada PMS, dan suntik HPV sebagai pencegahan. Lakukan hal-hal medis ini untuk memastikan Anda aman dari resiko terkena HPV sampai kanker tenggorokan.

Sekaligus mencoba melindungi pasangan dari resiko serupa, dan hasil lebih baik jika memakai lateks pelindung mulut. Penggunaan alat pelindung seksual khusus di area mulut ini dapat menurunkan resiko tertular PMS. Jika diterapkan maka akan aman dari resiko tersebut, demikian halnya dengan pasangan.

3.      Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Mulut

Ancaman melakukan oral seks tidak hanya PMS namun juga kuman dan bakteri di mulut yang berpindah, bisa pula sebaliknya. Mencegah infeksi maka penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Semakin bersih rongga mulut Anda maka semakin aman dan nyaman melakukan oral seks pada pasangan. Sampaikan hal serupa pada pasangan agar sama-sama terlindungi.

4.      Tidak Saling Menyalahkan

Jika karena satu dan lain hal kemudian positif menderita PMS atau mungkin mengalami kanker tenggorokan. Maka pastikan untuk tidak mencari kambing hitam, sebab bagaimanapun juga Anda turut serta melakukan kesalahan. Pasalnya meski sudah sangat memahami apa itu oral beserta resikonya, Anda tidak memutuskan untuk mundur.

Alangkah baiknya menyikapi sakit yang dialami dengan bijak, yakni tidak mencari pihak yang disalahkan. Akan tetapi fokus pada pengobatan dan proses pemulihan, sehingga bisa kembali sehat seperti semula. Sebab apapun resiko yang dialami tetap ada kemungkinan untuk sembuh asalkan ditangani dengan tepat bersama bantuan tenaga medis.

Oral seks memang menjadi pilihan menarik untuk memuaskan pasangan dan diri sendiri. Hanya saja ada sekian resiko yang mengikuti kegiatan seksual satu ini sehingga harus dipertimbangkan masak-masak. Jika ingin tetap menikmatinya namun ingin menurunkan resiko yang mungkin dapat terjadi, maka lakukan tips aman di atas.

Pastikan pula Anda dan pasangan sudah saling membahas mengenai apa itu oral dan bagaimana efek negatif yang bisa saja terjadi. Jika kedua belah pihak sudah paham dan siap maka tidak ada salahnya mencoba melakukan oral seks. Pastikan sudah melakukan tindakan preventif untuk segala resiko tersebut.

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »