Sponsor Banner

Wisma Pasutri

Ikan Asin Bisa Picu Darah Tinggi

On 15.50


Salah satu jenis lauk yang disukai masyarakat Indonesia adalah ikan asin yang merupakan olahan ikan yang kemudian diasinkan. Kehadirannya sebagai lauk bisa menjadikan sepiring nasi putih terasa sedap, apalagi jika disantap dengan sambal terasi atau sayur asam. Namun, ada baiknya bagi penggemar lauk satu ini untuk membatasi asupannya karena punya beberapa efek buruk bagi kesehatan.
Mengenal Proses Pembuatannya.

Ikan satu ini sesuai dengan namanya merupakan ikan segar yang kemudian diasinkan memakai garam yang cukup banyak. Prosesnya diawali dengan pemilikan ikan segar dan kemudian ditaburi garam dalam jumlah banyak. Tak sampai disitu, ikan-ikan ini kemudian direndam dengan air garam yang pekat selama beberapa hari.

Penambahan garam di tubuh ikan bisa menarik cairan dari tubuh ikan tersebut, sehingga menghambat penguraian oleh bakteri. Sebab daging ikan menjadi kering dan bakteri sulit memecah protein yang terdapat di dalamnya. Umumnya pemilik usaha ikan asin juga menjemur ikan-ikan yang sudah direndam air garam sampai benar-benar kering.

Kondisi ikan yang menjadi kering membuatnya lebih awet dan bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Rasanya yang juga asin membuatnya lebih sedap dan mudah diolah, tidak sedikit orang yang hanya menggorengnya sebentar lalu dimakan dengan sepiring nasi hangat. Meski menjadi lauk yang sudah dikenal sejak dulu hingga sekarang.

Ternyata di pasaran ada saja ikan jenis ini yang mengandung pengawet berbahaya, misalnya formalin ataupun pestisida. Penggunaan zat-zat kimia ini bisa mempercepat proses pembuatan lauk ini, selain itu menjaga tubuh ikan tidak kempis berlebihan. Sebab ikan yang bebas zat kimia biasanya akan menyusut sampai 75% dari kondisinya saat masih segar, sedangkan jika ditambahkan zat tersebut hanya menyusut 30% saja.
Bahaya Jika Terlalu Sering Dikonsumsi.

Mengetahui fakta adanya ikan asin dengan campuran formalin dan zat kimia berbahaya lain, maka penting untuk memilih dengan teliti. Tidak kalah penting adalah mengatur asupannya agar tidak berlebihan. Sebab konsumsi ikan ini terlalu banyak bisa memicu beberapa bahaya berikut ini:

  1. Meningkatkan Resiko Mengalami Hipertensi.

Ikan yang telah diasinkan otomatis akan mengandung garam atau natrium lebih tinggi dari seharusnya. Garam perlu diakui menjadi zat yang dibutuhkan oleh tubuh hanya saja jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebihan. Jika terlalu sering mengkonsumsi lauk ikan ini maka asupan garam cenderung berlebihan.

Ada banyak bahaya kesehatan yang mengancam, dan salah satunya adalah mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang ditunjukan kenaikan tekanan darah, sehingga meningkatkan resiko stroke sampai serangan jantung.

Mencegah hipertensi bisa dimulai dengan mengurangi asupan garam dan menjalankan kegiatan sehat lain seperti rutin berolahraga. Meminimalkan konsumsi ikan yang telah diasinkan menjadi langkah tepat agar terhindar dari hipertensi. Pasalnya berlebihan mengkonsumsi ikan olahan ini malah meningkatkan ancaman penyakit tersebut.

  1. Memicu Masalah Kesehatan Jantung.

Asupan garam berlebih dari olahan ikan yang diasinkan ternyata tak hanya mempengaruhi pembuluh darah namun juga mempengaruhi kinerja jantung. Artinya jika konsumsi ikan asin sudah berlebihan tidak hanya meningkatkan resiko terkena hiperteni. Akan tetapi juga meningkatkan resiko mengalami serangan jantung ataupun gagal jantung yang mematikan.

Konsumsi lauk dengan rasa asin pekat ini sah saja dilakukan selama tidak berlebihan, jadi jangan sampai dikonsumsi setiap hari. Atur asupannya sedemikian rupa agar asupan garam di dalam tubuh tidak berlebihan. Ketelitian menakar porsi makan ikan ini menjadi lebih penting jika punya keluarga dengan riwayat hipertensi.

  1. Bisa Memicu Penyakit Kanker.

Ikan menjadi salah satu sumber protein yang juga kaya omega 3 yang sangat bermanfaat bagi tubuh. ditambah lagi harganya pun lebih terjangkau setelah daging ayam negeri di pasaran dibanding daging merah. Hanya saja dengan segala kelebihannya, ikan juga termasuk lauk yang berbahaya karena rentan tercemar.

Kondisi air tempat ikan lahir dan tumbuh mudah sekali tercemar oleh sampah dan limbah yang dibuang sembarangan. Sehingga konsumsi ikan berlebihan bisa meningkatkan resiko menderita kanker. Resiko ini semakin meningkat jika mengkonsumsi ikan yang diasinkan, terlebih jika diawetkan dengan zat kimia berbahaya.

  1. Bisa Menyebabkan Pembengkakan Pada Organ.

Asupan  garam yang berlebihan juga bisa memicu pembengkakan pada beberapa organ maupun bagian tubuh. Sebab garam akan mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap dan mengolah cairan di dalam tubuh itu sendiri. Sehingga bisa memicu pembengkakan, tidak hanya pada tangan dan kaki. Namun juga pada organ vital seperti jantung dan paru-paru.

  1. Terancam Bahaya Zat Kimia Berbahaya.

Seperti yang sudah dijelaskan sekilas di atas bahwa ada beberapa produsen ikan asin menambahkan formalin dan pestisida. Konsumsi ikan asin dengan kandungan bahan kimia semacam ini meningkatkan resiko terkena kanker, gangguan syaraf, dan gangguan pada pencernaan.

Bahaya-bahaya ini menjadi teguran bagi siapa saja untuk membatasi asupannya agar tidak berlebihan. Pilih lauk segar yang tersedia di pasaran, selain mencegah kejenuhan pada lauk yang sama. Juga memastikan asupan nutrisi tubuh seimbang dan meminimalkan masuknya zat kimia berbahaya.
Tips Aman Memilih Ikan yang Diasinkan.

Meskipun ada resiko dari konsumsi ikan yang telah diasinkan, bukan berarti haram total untuk mengkonsumsinya. Aturannya adalah dikonsumsi secukupnya dan tidak harus setiap hari agar asupan garam di tubuh tidak berlebihan. Selain itu pastikan pula memilih ikan dengan benar untuk menghindari ikan dengan kandungan formalin dan zat berbahaya lainnya.

Membantu memilih ikan yang telah diasinkan dengan benar dan dijamin aman dikonsumsi, maka perlu memperhatikan tips berikut:

  • Pilih ikan yang kondisi dagingnya punya tekstur padat dan tidak mudah hancur saat ditekan, karena menunjukan proses pembuatannya alami dan sempurna.
  • Cium aromanya, ikan yang bebas zat kimia adalah yang punya aroma harum dan menggoda selera bukannya busuk atau aroma tak sedap lainnya.
  • Lebih aman memilih ikan asin yang dihinggapi lalat, karena menunjukan ikan tersebut bebas zat kimia. Jika tidak maka akan aneh, lalat saja enggan untuk mendekatinya apalagi sampai Anda makan.
  • Beli di tempat terpercaya dan dikenal penjaja ikan bebas zat kimia.
  • Pastikan bersih tidak ada bercak di punggung ikan baik bercak kemerahan, kebiruan, atau warna lainnya.
  • Cek kondisi ikan, hindari yang ada belatungnya karena menunjukan proses pengeringannya kurang sempurna.

Ikan yang digarami memang menjadi lauk sedap bahkan punya harga ekonomis, sehingga tidak heran jika difavoritkan oleh masyarakat Indonesia. Hanya saja karena daging ikan direndam garam dan menjadi sangat asin otomatis konsumsinya perlu dibatasi. Jangan sampai berlebihan dan memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Jangan pula untuk terlupa memilih ikan yang diasinkan dengan benar, sehingga aman dari ikan berformalin maupun berpestisida. Meski agak mahal sedikit tentu tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah mendapatkan ikan asin yang enak dan aman bagi kesehatan.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »